|
KURSUS GENDER DAN SEKSUALITAS
II |
 |
Gender dan seksualitas merupakan aspek kehidupan
manusia yang disalahpahami hingga kini. Istilahnya disensor, dibisik-bisikkan
atau dimusuhi. Ulama, penguasa negara dan ilmuwan, yang umumnya
laki-laki dan berperspektif patriarki, menguasainya dengan pemahaman
yang mereka klaim paling benar, dengan mengabaikan kenyataan yang
ada tanpa memikirkan akibatnya.
Gender dan seksualitas terlampau dipahami secara
statis, tetap dan terbagi dua (biner), meskipun kenyataan yang
beraneka ragam menyoal hal itu. Khususnya di Indonesia, kajian
gender sering hanya memperhatikan perempuan, itu pun juga dikaji
secara sempit, dan mengesampingkan isu perempuan dalam prostitusi,
lesbian dan perempuan di luar pernikahan.
Lebih jauh, seksualitas dikaji tidak sepenuhnya
ilmiah, bukan sebagai problem, yang perlu dicarikan solusinya,
yang biasanya mengandung bias kepentingan dari pemegang kekuasaan.
Seksualitas hanya dikaji secara medis dan psikologis yang sebagian
besar hanya berdasarkan asas kenikmatan. Tentu saja hal ini mengakibatkan
kesenjangan dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari yang
lebih kaya dan rumit. Kajian seksualitas umumnya hanya untuk memenuhi
tuntutan asas manfaat (prokreasi, misalnya), atau untuk tujuan
program keluarga berencana, penanggulangan IMS dan HIV/AIDS; hal
ini dibuktikan dengan tarik-menarik kepentingan antara isu kesehatan
seksual dan kesehatan reproduksi.
Menyadari pemikiran sempit seperti itu, Yayasan
GAYa NUSANTARA, organisasi yang bergerak dalam penelitian dan
pendidikan, penyadaran publik dan advokasi, penyediaan layanan
kesehatan dan kesejahteraan seksual, dan pembangunan lembaga dan
jaringan, dengan pemahaman akan keanekaragaman seks, gender dan
seksualitas, menyelenggarakan Kursus Gender dan Seksualitas II
dengan hibah (atau bekerjasama dengan) dari The Ford Foundation
(2005-2006). Kursus Gender dan Seksualitas
I telah diselenggarakan di Surabaya tanggal 20 sampai 30 September
2005.
Brosur kursus dapat dilihat di
sini
Tujuan
- Menumbuhkan pemahaman yang kaya dan mendalam
tentang seks, gender dan seksualitas dalam semua keanekaragamannya.
- Membangun nilai-nilai yang progresif, emansipatif,
tidak menghakimi, seks-positif, demokratik, egaliter.
- Menyoal asumsi-asumsi yang selama ini mendasari
praktik diskursif di seputar seks, gender dan seksualitas di
masyarakat Indonesia.
Waktu & Tempat
- Surabaya, tanggal 7 s/d 17 Februari 2006
Persyaratan Peserta
- Usia minimal 17 tahun.
- Mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap
dan mengirimkannya sebelum batas akhir pendaftaran.
- Telah cukup lama dan dikenal/diakui sebagai
aktivis/praktisi/peneliti di bidang SGS.
- Bersifat terbuka dan menerima terhadap kemungkinan
perbedaan dalam berbagai dimensi, khususnya dalam hal SGS.
- Mengikuti secara penuh semua kegiatan kursus.
- Menaati semua butir dalam kontrak belajar
yang telah disepakati bersama.
Segmentasi Peserta
- Organisasi kesehatan seksual dan reproduksi
(organisasi HIV/AIDS, keluarga berencana, organisasi ODHA)
- Organisasi orang muda
- Komunitas berbasis seksualitas (LGBTIQ, pekerja
seks, dll)
- Organisasi perempuan, termasuk PSW
- Penulis dan pekerja media
- Orang-orang yang bekerja dalam kerangka HAM
- Orang-orang yang bekerja dalam organisasi
berbasis iman.
- Akademisi dan peneliti
- Pekerja seni
- Kalangan profesi (dokter, psikolog, konselor,
pengacara, dll)
- Badan-badan negara (Komnas HAM, Komnas Perempuan,
Komisi Penyiaran, Kantor Meneg Pemberdayaan Perempuan, Departemen
Agama, Komisi Penanggulangan AIDS, Kepolisian, DPR/DPRD, dll)
Komposisi Peserta
Jumlah peserta 20 orang dengan komposisi berdasarkan
seks, gender dan seksualitas (SGS), status HIV, status kerja seks,
usia, kepercayaan/agama/ideologi, etnisitas, daerah kerja, difabilitas
Materi Kursus
- Seks, Gender & Seksualitas
- Seksualitas dan Kenikmatan
- Gender, Seksualitas, Nasion dan Negara
- Gender & Seksualitas: Aspek Budaya, Kepercayaan
dan Fundamentalisme
- Seksualitas & Hak Asasi Manusia
- Seksualitas & Kesehatan serta Kesejahteraan
Seksual dan Reproduksi
- Gender & Seksualitas dalam Representasi
Media
- Prostitusi, Kerja/Industri Seks & Perdagangan
Manusia
Hasil yang diharapkan
- Jangka pendek: Peserta menghasilkan rencana
kegiatan yang menunjukkan pemahaman yang kaya dan mendalam akan
keanekaragaman seks, gender dan seksualitas.
- Jangka panjang: Lulusan menjadi agen perubahan
/ rujukan yang dapat melakukan penyadaran publik dan advokasi
sesuai tujuan kursus.
Formulir pendaftaran hubungi
sekretariat GAYa NUSANTARA atau download di
sini
Organisasi Kursus
- Direktur: Dédé Oetomo, Ph.D.
- Wakil Direktur: Dra. Siti Aminah, M.A.
- Manajer Akademik: Nur Agustinus, S.Psi.,
M.Si.
- Manajer Kantor: Luita Aribowo, S.S.
- Bendahara: Astutik Supraptini, S.Sos
Dewan Penasehat:
- Dr. Emy Susanti, M.A.
- Evi Lina Sutrisno, S.Psi., M.A.
- Dra. Ninuk Widyantoro
- Dra. Pinky Saptandari, M.A.
- Simon, Ph.D.
Fasilitas Peserta
- Panitia menyediakan penginapan di Hotel.
- Tidak disediakan biaya perjalanan dari tempat
asal.
- Peserta dari lokasi jauh kemungkinan dapat
ditanggung biaya transportnya.
- Makalah dan sertifikat
Staf Pengajar
- Dédé Oetomo, Ph.D.
- Dr. Emy Susanti, M.A.
- Evi Lina Sutrisno, S.Psi., M.A.
- Dra. Ninuk Widyantoro
- Dra. Pinky Saptandari, M.A.
- Simon, Ph.D.
- Nur Agustinus, S.Psi., M.Si.
- Dra. Siti Aminah, M.A.
- Khanis Suvianita, S. Psi.
Pengiriman formulir pendaftaran yang sudah
diisi dapat dikirimkan selambatnya 6 Januari 2006 lewat:
Encourage people to be proud of
their sexuality
Informasi lebih lanjut, hubungi GAYa NUSANTARA